قال الله تعالى: (الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ)
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
[Surat Al-Baqarah : 121].
Termasuk dari tanda-tanda bahwa seseorang beriman pada Kitab Allah (al-Qur'an al-Karim) ialah membaca al-Qur'an dengan cara yang semestinya, yakni cara membaca yang memang diajarkan oleh Malaikat Jibril kepada Baginda Nabi, dan oleh Baginda Nabi kepada para Sahabat dan begitu seterusnya sampai pada para Ulama' Salaf maupun kholaf, dan ilmu tersebut dikenal dengan Ilmu Tajwid (ilmu memperbagus bacaan al-Qur'an).
Adapun cara yang semestinya dalam membaca al-Qur'an adalah dengan menjalani tiga perkara:
1. Membaca al-Qur'an dengan cara yang seperti pembacaabn Baginda Nabi, yaitu cara-cara yang telah disebutkan dalam Ilmu Tajwid.
قال تعالى:
(وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا)
Dan bacalah Al Quran itu dengan cara tartil (perlahan-lahan).
[Surat Al-Muzzammil : 4]
2. Mentadaburi (memikirkan) dan memahami apa yang disiratkan dan ditunjukan oleh al-Qur'an bagi yang mengerti, adapun bagi orang yang tidak mengerti akan bahasa arab maka oleh Ulama' dicukupkan dengan merasa adanya Perintah, Larangan, Petunjuk, wejangan, Janji keberuntungan dan ancaman bagi orang yang tidak mengikuti petunjuk al-Qur'an, juga harus merasa bahwa dirinya tidak mengetahui makna-makna al-Qur'an secara detail disebabkan kebodohan dirinya .
قال الله تعالى: (كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ)
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
[Surat Sad : 29]
3. Mengamalkan petunjuk al-Qur'an.
قال الله تعالى: (ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
[Surat Al-Baqara : 2]
قال الله تعالى: (إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا)
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
[Surat Al-Isra : 9]
قال الله تعالى: (وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ)
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
[Surat Ta-Ha : 124]